Minggu, 27 Maret 2016

A'udzubilaahi minasyaitonirojim bismillaahirrohmanirrohim
Rasanya ngga pas menulis dalam huruf latin...karena belum tahu menulis huruf arab dengan komputer.
Menjadi guru sebagai orangtua siswa,....itu sudah waktunya dibekali dengan kekayaan pengalaman rohani. Meskipun itu bukan jaminan....Mengapa,...pada akhirnya kembali ke pribadinya. Tapi berdasar pengalaman pagi ini,....pada saat seseorang berkesempatan bertemu ( atau lebih tepatnya cukup bisa satu majelis ....duhh apalagi seandainya berjarak sekian meter dari beliau ) pengaruh apa yang beliau nasehatkan, sampaikan,....masuk ke hati, pikiran hingga pembuluh darah,....masyaAlloh...Pantas saja apa2 yang sudah mereka tulis, tinggalkan untuk kita-kita apa yang mereka produksi ,... seperti lebah ....yang dikonsumsi bagus yang diproduksipun juga bagus...Tingkat kedalaman keilmuan Tauhidnya .....mantappp. Langsung kena di hati yang terdalam.
Bagaimana menyebut tempat Jahanam kepada yang sengaja menentang kebenaran sudah tahu salah malah mengajak orang lain lagi  ...tegas tanpa emosi. Bagaimana mengucap Alloh Arrohman Arrohiim...merengkuh harapan yang tak kan pernah putus, serassa kita makhluk yang paling diperhatikan dan dikasihani... .Apa yang saya tulis berikut ini hanya sekedar menirukan apa-apa yang diucapkan oleh Ulama tersebut. InsyaAlloh tidak bercampur pikiran saya. Kalau itu pemikiran saya akan ada tanda kurung.
Manusia hidup diberi nikmat hidup dan diberi fasilitas hidup. Alloh membuat keputusan puasa untuk memudahkan. Puasa itu menyehatkan. Perolehannya disesuaikan kebutuhan...jangan terlalu kenyang (masyaAlloh...maknanya begitu luas ).
Syukur yang benar ada ketentuannya. Menggunakan nikmat sesuai dengan kehendak yang memberi nikmat (Alloh) Nikmat itu digunakan untuk ibadah mengabdi kepada Alloh. Ayat Alloh itu ada Ayaatul Kitaabah dan Ayaatul Qauliyah. ( Yang Kitaabah jelas AlQur'an, yang Qauliyah dari ulama tersebut dikatakan banyak sekali ayat quran yang memerintahkah berfikir namun untuk yang tidak mau tahu....dibuat dengan kalimat tanya seperti bahasa orang jawa kalau sudah keterlaluan "apakah kamu tidak mikir ?"  QS. Al-Anbiyaa:10:  Sungguh Kami telah turunkan kepada kalian Kitab (Al-Quran) di dalamnya ada peringatan (bagi) kalian maka afalaa ta'qiluuuun  APAKAH KALIAN TIDAK MENGERTI ?
Nikmat itu yang dua adalah nikmat akal dan hati...ini menjadikan kita lebih tinggi dari makhluk lain. Makhluk lain tidak bebas ( misal malaikat persis melakukan apa yang diperintah Alloh tidak kurang tidak lebih) . sedang manusia bebas. Hati untuk menghayati dan Akal diberi kebebasan.. Nikmat ketiga adalah Hidayah. Ini hanya untuk orang yang bersedia. Sebab ada sekelompok orang yang terpedaya oleh apa-apa yang mereka ada-adakan sendiri. Ketika mereka diseru untuk kembali ke kitab Suci mereka berpaling  karena mereka merasa benar sendiri. Meskipun Islam kita turunan mari kita syukuri yaitu dengan akal dan hati. Dan hidayah itu perlu diusahakan dengan kesediaan menerima.
QS:Al-Ankabuut : 68-69 terjemahan : "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-ada terhadap Alloh kedustaan atau mendustakan kepada kebenaran ketika ( ia/kebenaran )datang kepadanya, bukankah di neraka Jahanam ada teempat tinggal bagi orang-orang  kafir.  (68)Dan orang-orang yang berjihad di (jalan) Kami sungguh Kami akan memberi mereka petunjuk jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Alloh sungguh bersama orang-orang yang berbuat baik. (69)
QS: Al-Anfal:22 dan 55 terjemahan : " Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk bergerak menurut Alloh (adalah) yang tuli (lagi) bisu (pada kebenaran) orang-orang yang tidak mengerti.(22) Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk bergerak menurut Alloh (adalah)  orang-orang yang kafir karena mereka mereka tidak beriman.(55)
QS: Ar-Ra'd : 9-10 : terjemahan : " (Dia) Maha Mengetahui (segala) yang gaib dan yang nyata Maha Besar lagi Maha Tinggi (9). sama saja di antara kalian siapa yang merahasiakan perkataan dan yang terus terang dengannya dan siapa yang ia bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari (10)
 QS :Ar-Ra'd:11  terjemahan : "Baginya ( manusia ) para malaikat yang mengikutinya dari arah depannya dan dari belakangnya mereka menjaganya karena perintah Alloh sesungguhnya Alloh (Dia) tidak mengubah apa-apa yang pada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa-apa yang pada diri mereka sendiri
. apabila Alloh menghendaki pada suatu kaum  suatu keburukan maka tidak ada yang dapat menolak baginya dan tidaklah bagi mereka selain-Nya pelindung.
QS ; Ibrahim :7-8 terjemahan : " Dan ingatlah ketika mengumumkan Tuhan kalian sungguh jika kalian bersyukur niscaya Aku benar-benar akan menambah (nikmat) bagi kalian dan sungguh jika kalian kafir (inkar) sungguhsungguh siksaanKu benar-benar sangat berat.(7) dan Musa berkata jika kalian inkar kalian dan siapa saja di bumi seluruhnya maka sesungguhnya Alloh sungguh Maha Kaya (lagi) Maha terpuji. "
QS : Al-Baqarah : 256 terjemahan : " Tiada paksaan (ke) dalam agama ( Islam ) jalan petunjuk sungguh telah jelas, daripada kesesatan,  maka barangsiapa  (ia) ingkar dengan Thagut (setan/berhala) dan (ia) yang beriman kepada Alloh maka sungguh ia telah berpegang teguh kepada tali (yang) kokoh (iman) (yang) tidak (akan) putus dan Alloh Maha Mendengar (lagi) Maha Mengetahui.
Dalam ceramahnya Ulama tersebut juga menyampaikan bahwa siapa yang taubat Alloh akan menerima kembali.....semoga Alloh memberi petunjuk di QS ayat berapa... mohon maaf keterbatasan penulis mungkin terlewatkan ketika menyimak penceramah...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar